Berita

SENYUMAN INDAH ANAK SORGA

  • Penulis: sinawaadmin, 19-12-2018 16:05
  •  Assalamualaikum Warrah Matullahi Wabarakatuh

    Inalillahi Wainnaillaihi Rajiun

     

    Sebuah kisah nyata perjalanan hidup sesaat seorang bidadari kecil/ahli sorga yang senantiasa menabur senyuman disela deritanya, rasa sakit seakan tak menyentuh wajahnya dalam melawan penyakit yang mengerogotinya. ia hadir sebagai seorang perempuan tangguh, sabar serta ikhlas melewati hari harinya dari rumah sakit ke rumah sakit lain. Tujuh bulan mendiami bumi hingga dipanggil menghadap Sang Pencipta ia masih bisa tersenyum manis sampai ajal menjambanginya pada Minggu 16 Desember 2018 pukul 07.40 pagi itu. 

     

    Jasadnya begitu wangi meski hampir sepekan tak dimandikan dirawat di RSUD Arosuka, kulitnya begitu lembut saat jenazahnya dimandikan, Padahal ia pernah menderita penyakit alergi akut, kulit melepuh dan berair aroma tubuhnya manabur kurang sedap, tapi kekuasaan Tuhan berkehendak lain, seakan sebuah mukjizat telah di tunjukkan, dalam sekejap penyakitnya lenyap, nyatanya putri kecil itu pergi dalam suci diiringi seuntai senyum meninggalkan sebuah kenangan yang menggugah jiwa. Tak satupun terdapat goresan luka kulitnya, meski sulit dihitung jari, entah berapa mata jarum telah menusuk tubuhnya.

     

    Pembaca yang budiman, mari ikuti penulis akan mengurai perjalanan hidup seorang bidadari Sorga.  

     

    Tujuh bulan lalu, tepatnya 15 Mai 2018, kala itu Ramadan bersiap kembali menjambangi umat Muslim sedunia, bulan penuh ibadah itu telah terbuka. Ia lahir dari rahim isteri Walinagari Batang Barus Elsrianti, putri bungsu dari empat saudaranya itu hadir melengkapi kebahagian hakiki sebuah keluarga, Bulan yang penuh berkah datangnya seorang bidadari yang selama sembilan bulan dalam penantian, semasa kehamilan banyak cerita dan kisah kehidupan serta kekuatan yang telah diberikan kepada ibu dan saudaranya.

     

    Bidadari imut itu lahir melalui proses secara cesar di RSUD Arosuka dengan berat badan 2,7 Kg dan panjang 42 Cm. Berbeda dengan empat saudaranya yang lahir secara normal. malam itu ia satu kamar dengan ibunya di ruang rawatan kebidanan, tiada suara tangisnya menghiasi pada malam itu, pada hal pasca cesar saat baru menghirup udara alam fana ini, suara begitu nyaring membelah ruang operasi di Arosuka. Wajahnya tersenyum, ia tak rewel tenang hingga larut, tapi tubuh mungilnya kelihatan mulai menguning, membuat ia harus dirawat secara khusus dalam sebauah incubator di RSUD Arosuka. 

     

    Dokter melakukan penanganan khususnya, hingga ia harus diberikan infus, tapi sayang dari beberapa kali tusukan jarum belum membuahkan hasil, pada akhirnya perlu dilakukan tindakan pena sepsi (membedah kulit di salah satu urat kaki bayi itu sepanjang lebih kurang 2 Cm) untuk menempatkan jarum infus. Selama tiga hari ia dipuasakan menurut ilmu kedokteran sesuai saran dokter di Arosuka. Ia dirawat selama tiga hari tanpa diagnosa yang jelas, sehingga harus dirujuk ke rumah sakit yang lebih tinggi di rencanakan dirujuk ke RSUD M Djamil Padang, tapi sayang saat itu, kata perawat ruang bayi penuh, ia dirujuk ke RSUD Kota Solok. Ia pun dirawat selama empat hari dan harus melaksanakan puasa di bulan suci Ramadhan kala itu. 

     

    Bayi yang baru lahir itu di suruh puasa dikala umat Muslim sedunia melaksanan puasa tua (Puasa pertama), puasa dilakukan sejak dari RSUD Arosuka selama empat hari dan empat hari di RSUD Kota Solok. Kondisi fisiknya makin turun, tubuh kecil itu sejak lahir juga tak pernah BAB sendiri, sehingga membuat perutnya semakin membesar dan membuncit.Kondisi itupun membuat sang bayi harus kembali di rujuk ke RSUP M Djamil Padang, itupun menunggu konfirmasi ruangan.  Ia melaksanakan puasa terus menerus, jika delapan hari dikali 24 jam, aritinya selama 192 jam ia puasa melebihi puasa orang muslim saat itu hanya tak lebih dari 15 jam setiap hari. Bidadari kecil ini selama sepekan telah memulai puasa sejak baru lahir ke bumi.

     

    HIDAYAH UNTUK SEORANG MAMA 

     

    Putri kecil ini diberikan nama yang indah Aynina Azwari. Tapi begitu melekat dengan panggilan akrab Anin. Sejak lahir secara langsung telah menampakkan hidayahnya pada seorang mama. Pasalnya, tiga hari pasca operasi cessar sang mama telah bisa berjalan seperti kelahiran normal, mamanya tak lagi hirau dengan kondisi dirinya, ia berjalan tertatih tatih dari ruangan kebidanan ke ruang anak di RSUD Arosuka. Begitu juga kekuatan mamanya semakin kuat seperti orang pulih saat berada di RSUD Kota Solok, rumah sakit yang cukup besar itu menambah kekuatan untuk seorang mama dalam menemani anaknya yang baru lahir tersebut.

     

    Bahkan mamanya dalam kondisi yang sulit dipercaya pasca operasi pernah tidur di salah satu ruang tunggu,berbaring diatas tempat tidur besi  tanpa kasur. Namun Tuhan telah memberikan kekuatan kepada seorang ibu yang selalau berurai air mata melihat kondisi anaknya. Pada hal sebelumnya, mama sang bayi termasuk mengidap penyakit hipertensi yang selalu mengkosumsi obat setiap harinya, dalam beberapa tahun selalu konsul rutin dengan dokter, terkadang juga di rawat di Rumah Sakit. Namun kehadiran bayinya sejak dari dalam kandungan telah terjadi suatu keajaiban, penyakit mamanya tersebut lenyap dengan sendirinya. Hingga ajal menjemput sang mama tak lagi mengkosumsi obat seperti dulu.

     

    Kekuatan laiannya yang telah ditunjukkan oleh yang Maha Kuasa, ketika anak Sorga ini memerlukan  rawatan khusus selama tujuh bulan kehidupannya Sang mama tak tersentuh rasa sakit, pada hal waktu tidur buat sang mama tak lebih dari dua jam setiap harinya. Bahkan bolak balik rumah sakit membuat sang mamanya bertambah kuat. Ini salah satu bentuk hidayah terbesar dari kehadiaran seorang anak Sorga. Anin selalu mengambangkan senyuman indahnya kepada siapa yang membezuknya disela penyakiit yang berbulan bulan bersarang ditubuhnya. Tulisan diatas dapat dipetik sebuah hikmah dari kehadiran anak Sorga, menurut ajaran Islam ia hadir akan menjadi penyelmat orang tuanya dunia dan akhirat. Untuk dunia telah ditunjukkan sebuah keajaiban kepada mama yang telah merawat dan mengandungnya.

     

    CERITA PILU PERJUANGAN HIDUP ANAK SORGA

     

    Empat definisi dalam kehiduan itu tak bisa ditolak dan diraih manusia, semua itu adalah rahasia Tuhan YME, yaitu langkah, rezki, pertemuan dan maut. Banyak kisah kehidupan dari setiap umat yang mampu menjadi suatu pembelajaran berarti bagi kita. Salah satunya perjalanan kisah Anin yang bertahan dengan senyum melawan penyakitnya, meski telah dilakukan perawatan yang cukup intensif, namun segala penyaikitnya melalaui tangan tangan dokter ahli belum mampu menemukan diagnosa pasti. Kecuali penyakit bawaan lahirnya dengan diagnosa Hirschprung (Tidak normalnya kerja usus besar dan Anin tak mampu BAB dan Buang Angin/kentut sendiri), hasil dari barium anemanya/ronthen juga tidak termasuk dalam kategori Hirschprung akut. Empat hari rawatan di Ruang NICU RSUP M Djamil, Anin dibolehkan mengkosumsi asi dan pulang ke rumah. Berikut ini cerita Pilu perjalan seorang anak Sorga.

     

    Hari kedelepan sekitar pukul 16.00 WIB Anin masih berbaring didalam incubator, yang terlihat hanya gerakan tangan dan kaki, namun matanya bening selalu berbinar. Padahal setiap orang yang melihatnya akan menguraikan air mata. Perut kian membesar, tubuh telah dipenuhi sejumlah luka, bekas tusukan dan sayatan, jahitan kaki kecilnya terlihat kasar dan membiru membelah pergelangan kakinya. Melihat kondisi dan derita bayi yang lahir baru hitungan hari itu, seluruh keluarga bermandikan air mata, namun dimata Anin masih terpancarnya sebuah cahaya kehidupan.  

     

    Petang itu Anin dilarikan dari RSUD Kota Solok ke RSUP M Djamil Padang dengan Ambulace. Sore yang siap berebut berbuka puasa kuda putih yang ditunggangi Anin merauh melaju kencang, tak sedikit kendaraan yang didahului diantara padatnya jalanan Solok-Padang jelang berbuka. Berpacu membelah kabut kabut menuruni tikungan tajam sitinjau laut, sampai selamat di parkiran IGD RSUP M Djamil Padang. Anin langsung mendapatkan perawatan intensif oleh tim dokter. Sampai ia dirawat selama empat hari di ruang NICU RSUP M Djamil Padang dengan diagnosa Hirschprung.

     

    Cara penangan perwatan penyakit Anin, terutama dalam membantu BABnya diajarkan dokter kepada orang tuanya. Yaitu dengan memasukkan slang/cateter ukuran 16 mm ke lubang dubur, kemudian disedot dengan spec/suntik dengan cara menembakkan cairan nacl/cairan infus kedalam perutnya, lalu ditarik hingga babnya keluar. Wajah gembira terpancar bagi seoarang ibu, kala ia telah bisa memberikan ASI langsung kepada buah hatinya yang selama ini selalu dipandang dengan mata berurai air mata. Pelukan erat penuh kasih sayang dari seorang ibu telah mulai dirasakan Anin. Matanya yang besar, ia tersenyum sambil menjilati bibirnya dengan lidahnya.

     

    Dirumah Anin dilakukan perawatan istimewa oleh orang tua dan kakak kakaknya, seluruh yang terkait dengan Ainin di sterilisasi, cuci tangan sebelum menyentuhnya, pakaian dan melaksanakan rutinitas perawatan BAB, hingga dua bulan Anin mulai tumbuh seperti bayi lainnya. Pertumbuhan berat badan mencapai daiatas 4 kg, naik stelah keluar dari RSUP M Djamil Padang, saat itu berat badan Anin 2,4 kg. Keceriannya dan kebahagian keluarga saat semkin sempurna, Anin yang selalu menggambangkan senyumnya mulai terlihat lincah, berteriak, tertawa, ia bagaikan sebuah boneka yang jadi rebutan. Anin akan mengambang senyum saiappun yang mengendongnya. Ini menjadi sebuah kenangan indah bagi keluarga besar Walinagari Batang Barus, kharisma Anin mendapatkan hati spesial di balik kelembutan senyum dan tatapan matanya.

     

    Namun kebahagiaan itu berlalu sesaat, ketika Anin menapak usia 2,5 bulan, Anin  diberikan suntikan Imunisasi BCG di Posyandu,  lalu sikecil ini mengalami demam dan panas cukup tinggi, dampaknya setiap pori pori tubuhnya hingga kepala muncul bintik bintik kecil mengandung air. Melihat kondisi itu langsung dilakukan pengobatan ke dokter spesialis. Kondisinya tak kunjung membaik. Selama dua setengah bulan penyakit ini tak kunjung lenyap. Bolak balik ke dokter dan rumah sakit sulit dihitung jari. Kondisi kulit Anin semakin memprihatinkan.

    Setelah kulit berair yang keluar melalui setiap pori, kulitnya meretak dan mengering lalu mengelupas dengan sendirinya. Begitu penyakitnya berlalu, meski telah diberikan obat obat yang cukup bagus melalui dokter spesialias anak. Bila melihat kondisinya kala itu, setiap lipatan tubuhnya seperti terbakar, merah berair sampai ia sulit untuk menggunakan pakaian. Sampai usianya lima bulan, penyakit kulit yang tak kunjung sirna, setiap hari terjadi suhu panas pada bagian kepala. Kulit berair mengeluarkan aroma yang busuk dari tubuhnya. Tidak hanya itu, saat ia menysui air bening muncul dari pori pori dan telinganya. Seiring itu telingapun mengeluar air dan bau. BABnya menebarkan bau bangkai. Mamanya selalu ikhlas merawat dan memeluknya. Separah apapun penyakitnya anak Sorga ini selalu mengambangkan senyumnya.

    Ditengah kondisi itu, Anin masih bisa tersenyum kepada setiap orang yang menbezuknya. Anehnya, sepertinya dia mengetahui kondisi tubuhnya, ia bisa tersenyum tapi tak mau digendong oleh siapapun. Dia hanya bisa diam bila ada dipangkuan mamamya. Kondisi ini berlalu hingga usianya lima bulan, sampai ia dirawat selama sepekan di RSUD Arosuka kembali, hingga diberikan rujukan kembali ke RSUP M Djamil Padang. Sejak itu Anin dirawat jalan dari dokter spesialis pada  setiap hari kerja dari poli ke poli linnya. Ini berlangsung lebih dari satu bulan.

    Konisi Anin muai terlihat membaik dari konsultasi dengan sejumlah dokter spesialis, mulai dari spesialis anak, tumbuh kembang, gizi, alergi, endoktri, THT, mata dan kulit. Semua hasil menunjukkan hasil yang bagus, mulai dari mata, telinga dan lainnya tidak terlihat tanda tanda yang membahayakan. Semua rekomensasi dokter dengan hasil yang memberikan harapan besar buat Anin. Bila semua nya membaik baru akan dilakukan tindakan operasi ususnya.

    Sepekan menjelang ajal, kulitnya terlihat mulus,, senyum selalu mengambang, bila kita mendekat dang ingin menciumnya, maka tangannya akan bergerak meraba dengan senyum wajah orang yang mendekatinya. Diusinya yang hampir tujuh bulan itu, matanya cukup liar ketika ada orang menyebut namanya, ia akan memandang dan mengambangkan senyum.  

    Pagi itu, Selasa 10 Desember 2018, kembali dilakukan kunjungan ulang ke RSUP M Djamil Padang, selama sebulan lebih bolak balik Solok-Padang tak jauh bagi anin dan mamanya yang selalu mengendengnya kemanapun pergi. Saat itu konsultasi ke spesialis THT, hasil nya cukup bagus, pendengarann Anin cukup baik.  

    Namun sore itu, saat telah berada dirumah, Anin batuk, nafas menyesak pada hal kondisinya telah membaik, kulit yang dulu kasar dan bau berubah menjadi halus dan lembut, putih membuatnya tampak tacelak. Telinga yang dulunya bau dan berair tidak lagi, bahkan sampai tahi telinga pun bersih hingga kedalamnya. Begitu juga matanya yang bening hitam nampak bercahaya.

    Azan Magrib berkumandang hari itu, Anin masih terlentang tidur dengan senyumnya, namuan nafasnya terlihat sesak, kondisi fisiknya terlihat lemah, Anin kembali dirawat di RSUD Arosuka. Malam itu hingga pagi Anin menjalani puasanya. Namun keteguhan dan kepasrahan Anin saat melaksanakan puasa pada malam itu, ia begitu tenang menghadapi deritanya. Sebab anak biya dibayangkan anak yang usia tujuh bulan yang sedang kuatnya menyedot ASI berpuasa. Ia hanya mengerang saat terasa kehausan, ketuka bibirnya yang kecil bermohon untuk diberikan ASI dipangkuan mamanya tak banyak berontak, ketika mamanya bilang Anin disuruh puasa, biar cepat sembuh, Anin terdiam dalam dekapan mamanya sambil berpuasa.

    Tiga hari dirawat, Anin membaik, berat badannya juga bertambah 3 ons, harapan telah diberikan Anin pada orang tua dan keluarganya, senyumnya terus mengambang dan meaba wajah siapa saja yang menciumnya. Namun sayang kondisi itu tak lebih dari sebuah harapan semu. Ia pun pergi menghadap Sang Khaliq.

    Minggu itu, 16/12/18 sejak fajar buta, Anin mulai gelisah, nafasnya kian sesak, tatapan matanya kala menatap ingin menyampaikan sebuah pesan yang tidak bisa diketahui. Meski telah dilakukan upaya oleh dokter, hingga pukul 07.40 WIB, nafas sesak Anin dari perlahan berhenti dengan tenang, satu helaan nafas ia tersenyum dan menutup matanya. Ia telah pergi selamanya dengan tersenyum indah. Selamat jalan bidadari Sorga.

    SEHARI KEPERGIAN ANIN AWAN BERLAFAZ ALLAH DI LANGIT BATANG BARUS

    Begitu sebuah kisah pilu dari perjalanan seoang anak sorga, kehadirannya sesaat telah menunjukkan kekuasaan Allah, Banyak cerita, dia hadir sesaat sebagai penyalamat kedua orang tuanya dunia dan akhirat. Meski sejuta kenangan yang selalu diabadikan bersama Anin dalam video dan poto poto yang selalu mungumbar senyummnya. Ini akan mejadi kenangan abadi keluarga hingga akhir hayatnya. “Selamat jalan bidadari Sorga. “ kalimat itu terucap dari ratusan bahkan ribuan umat buatnya, baik melalui medsos, maupun yang mendatangi langsung ke rumah duka.

    Kejadian lainnya sehari usai pemakaman putri bungsu Walinagari Batang Barus itu, segumpalan awan membentuk farmasi yang berlafazkan Allah terlihat jelas di langit Batang Barus, poto ini sempat diabadikan oleh salah satu saudara/sanak mamanya Anin yang bernama Safar Jambak melalui akun Facebooknya, Selasa 17/12/18.

    Kisah perjalanan sesaat bidadari Sorga ini merupakan pembelajaran bagi kita yang hidup dan begitu besarnya kekuasaan Allah,  selain penyelamat kedua orang tuanya dunia dan akhirat, banyak hal yang dapat diambil hikmahnya bagi kita yang hidup. Sebab sulit terbayangkan ketika seorang bayi menerima derita yang belum pantas ia terima. Namun semua itu Tuhan telah mengaturnya, meski meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga yang sulit dikubur bersama waktu,  sejatinya kepergian Anin dengan senyum, harus kita lepas dengan tersenyum keberangkatannya ke Sorganya.

    Selamat Jalan Bidadari

    Selamat Jalan sayang

    Selamat Jalan cinta

    Tunggulah kedua orangtuamu di pintu sorga sayang

    Nama dan ceritamu akan abadi di sepanjang masa oleh keluarga.

    Billahi Taufik Walhidayah, Assalamualaikum Warrah Matullahi, Wabaraqatuh

    Salam Santun Penulis

    Wartawan The Public

    teks poto : dalam kondisi sakit Anin banyak meninggalkan poto poto tersenyumnya.